
Di balik hiruk-pikuk kota, ada sepasang lansia renta yang menjalani hidup dalam kesunyian. Sang Nenek, Waginem, telah lama kehilangan penglihatannya. Sementara sang Kakek, Bakri, hanya bisa merasakan dunia dengan keterbatasan karena tuli.
Dengan tubuh yang rapuh dan usia kondisi tunarungu serta tunanetra, mereka berusaha untuk berjuang tetap hidup. Berjualan ontong atau jantung pisang di pinggir jalan, menjadi satu-satunya cara mereka bertahan demi mengisi perut.

Setiap hari, tangan gemetar mereka meraba jalan, menempuh perjalanan jauh. Dengan hati tulus, Kakek Bakri menuntun Nenek Waginem. Mereka menjajakan dagangan kecil dengan penghasilan paling banyak sekitar Rp15.000 per hari. Jika dagangan tak laku, sering kali mereka harus menahan lapar dan berpuasa.
Lebih pilu lagi, satu-satunya anak yang dulu menjadi penopang hidup mereka telah lama meninggal dunia. Sejak saat itu, keduanya benar-benar sendiri. Tak ada yang menemani, tak ada yang merawat. Hanya sisa-sisa tenaga yang mereka gunakan untuk bertahan di hari tua.

Seharusnya di usia senja, Kakek Bakri dan Nenek Waginem bisa beristirahat dengan tenang, dikelilingi kasih sayang keluarga. Namun kenyataannya, mereka justru harus melawan lapar, dingin, dan kesepian.
Hari ini, kita bisa menjadi keluarga bagi Kakek Bakri dan Nenek Waginem. Kita bisa menjadi alasan agar mereka tak lagi merasa sendirian di dunia ini. Sekecil apa pun yang kita berikan akan menjadi cahaya di tengah gelapnya hidup mereka.

#OrangBaik, mari bersama-sama ulurkan tangan untuk pasangan lansia ini, agar di sisa hidup mereka dapat merasakan ketenangan dan kasih sayang yang mungkin sudah lama hilang.
Bantu mereka dengan klik tombol “DONASI SEKARANG".
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik