disana Kami melihat banyak bayi-bayi juga balita yang tak memiliki orang tua atau pun di telantarkan oleh orang tunya. Kondisi panti yang serba kekurangan juga membuat bayi-bayi itu tak memiliki cukup gizi. Bahkan untuk susu sering kali di ganti dengan air gula saja.
Saat relawan kami datang, kami disambut dengan suara tangisan beberapa bayi. Mereka menangis kelaparan karena jatah susu dipanti untuk tiap bayi hanya satu botol saja. Semakin lama mendengar tangisan mereka rasanya semakin miris, seharusnya bayi ini bisa minum ASI dari ibu-ibu mereka.

“Beberapa anak ditemukan dalam kondisi sakit. Kata dokter, setelah tahu latar belakang mereka yang nyaris digugurkan, bisa saja penyebabnya karena percobaan aborsi. Tapi, panti tak ada biaya untuk berobat, belum lagi kebutuhan susu, bubur, dan pampers yang harus dibeli..” ucap Pak pengurus panti.

Akibat keterbatasan biaya, banyak bayi di panti ini kekurangan gizi. Panti kesulitan memenuhi kebutuhan susu para bayi karena mereka juga harus memberi makan anak-anak panti yang sudah berusia 6-15 tahun.Dalam sebulan, pengurus panti mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk membeli susu, pampers, beras, serta lauk pauk. Sedangkan, bantuan dari donatur tidak menentu.

Selain kekurangan gizi, anak-anak juga membutuhkan tempat tinggal yang layak, bersih dan nyaman.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik