
Pak Token adalah seorang penjual telur ayam yang berjuang keras untuk menghidupi keluarganya. Meskipun hidup berdua dengan istrinya, mereka tidak memiliki anak yang bisa membantu meringankan beban hidup. Kehidupan Pak Token tidaklah mudah, setiap hari dia harus berhadapan dengan ketidakpastian penghasilan dari berjualan telur.

Harga telur yang dijualnya hanya 3000 rupiah per butir, dan tidak selalu laku. Terkadang, dia hanya bisa membawa pulang uang 20.000, atau bahkan tidak membawa uang sama sekali jika hari itu sepi atau hujan. Untuk menambah penghasilan, Pak Token bekerja sampingan sebagai buruh pakan sapi dengan upah 10.000 rupiah per karung.

Namun, kehidupan Pak Token tidak hanya diwarnai dengan kesulitan ekonomi. Dia juga harus berjuang melawan penyakit yang dideritanya, yaitu diabetes dan sakit mata yang sudah puluhan tahun. Mata yang sering terasa gatal membuatnya tidak nyaman, tapi dia tidak bisa berhenti bekerja.

Pak Token adalah contoh nyata dari seorang suami yang berjuang sendirian demi keluarganya. Dia tidak menyerah, tidak putus asa, dan terus berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi istrinya. Meskipun hidupnya tidaklah mudah, dia tetap optimis dan berharap bahwa suatu hari nanti kehidupannya akan menjadi lebih baik
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik